ManadoLive— Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado mendapat sorotan beberapa akhir ini.
Pasalnya, selain mengoleksi perjalanan dinas ke luar negeri, Disparbud merekrut
penari tradisional yang abal-abal. Parahnya lagi, tidak mau pusing untuk
membawa tim kesenian yang profesional, Disparbud malah mengakomodir oknum
wartawan RP salah satu wartawan lokal untuk masuk dalam tim kesenian yang akan
mementaskan seni di Batam. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Parbud Manado,
Hendrik Warokka saat dikonfirmasi wartawan, ”Iya memang benar RP yang juga
wartawan ini tampil dipanggung, dan sebelum berangkat sudah kami latih, mereka
dibimbing lebeih dahulu” ujar Warokka. Menyikapi ini, Jim Tindi ketika
diwawancarai menilai bahwa apa yang dilakukan Disparbud Manado terkesan asal
comot. Pasalnya Tindi menyebutkan masih banyak penari yang harus dibina dan
dikembangkan potensinya, buka harus wartawan, Tindi melalui kesempatan tersebut
meminta agar Disparbud Manado lebih siap dalam pementasan seni maupun promosi
pariwisata pada umumnya.”Terkesan abal-abal kalu seperti ini, memangnya
generasi muda lain dan Disparbud Manado sendiri tidak punya sanggar budaya
untuk melatih para generasi asal Manado agar pandai mengembangkan potensinya
dibidang seni tari. Kok, wartawan juga disuruh tampil melakukan pementasan,
aneh juga Dinas Pariwisata Manado ini. Saran saya, sebaiknya Disparbud lebih
siap dan mematangkan setiap agenda promosi yang dilakukan, agar tidak terkesan
tiba saat tiba akal, jangan sampai ini akan jadi temuan, karena wartawan
sekaligus penari, bisa saja menjadi tumpang tindih anggaran, dan ini merupakan
dugaan penyimpangan. ” tukas Tindi.Sekedar informasi pekan lalu Disparbud
memboyong tim kesenian dan sejumlah oknum wartawan.(dar)
Tampil di Event Batam, Disparbud Rekrut Penari Abal-Abal
Written By manadolive.blgospot.com on Rabu, 27 April 2016 | 07.48
ManadoLive— Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado mendapat sorotan beberapa akhir ini.
Pasalnya, selain mengoleksi perjalanan dinas ke luar negeri, Disparbud merekrut
penari tradisional yang abal-abal. Parahnya lagi, tidak mau pusing untuk
membawa tim kesenian yang profesional, Disparbud malah mengakomodir oknum
wartawan RP salah satu wartawan lokal untuk masuk dalam tim kesenian yang akan
mementaskan seni di Batam. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Parbud Manado,
Hendrik Warokka saat dikonfirmasi wartawan, ”Iya memang benar RP yang juga
wartawan ini tampil dipanggung, dan sebelum berangkat sudah kami latih, mereka
dibimbing lebeih dahulu” ujar Warokka. Menyikapi ini, Jim Tindi ketika
diwawancarai menilai bahwa apa yang dilakukan Disparbud Manado terkesan asal
comot. Pasalnya Tindi menyebutkan masih banyak penari yang harus dibina dan
dikembangkan potensinya, buka harus wartawan, Tindi melalui kesempatan tersebut
meminta agar Disparbud Manado lebih siap dalam pementasan seni maupun promosi
pariwisata pada umumnya.”Terkesan abal-abal kalu seperti ini, memangnya
generasi muda lain dan Disparbud Manado sendiri tidak punya sanggar budaya
untuk melatih para generasi asal Manado agar pandai mengembangkan potensinya
dibidang seni tari. Kok, wartawan juga disuruh tampil melakukan pementasan,
aneh juga Dinas Pariwisata Manado ini. Saran saya, sebaiknya Disparbud lebih
siap dan mematangkan setiap agenda promosi yang dilakukan, agar tidak terkesan
tiba saat tiba akal, jangan sampai ini akan jadi temuan, karena wartawan
sekaligus penari, bisa saja menjadi tumpang tindih anggaran, dan ini merupakan
dugaan penyimpangan. ” tukas Tindi.Sekedar informasi pekan lalu Disparbud
memboyong tim kesenian dan sejumlah oknum wartawan.(dar)
Related posts:
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar